Selasa, 30 Agustus 2011

Doa sebelum tidur


dihari Kau menjemputku
tolong lakukan dengan perlahan
tolong rasa ku jangan dimatikan
agar saat Kau mencabut ku bisa sejenak bercermin melihat wajahku tampak kesakitan

tolong ingatkan bahwa ku masih butuh seseorang
entah teman
keluarga atau bukan
yang penting aku tidak sendirian
yang penting disebelahku berkenan jadi topangan

dihari kau menjemputku
setidaknya aku punya 4 mahakarya sebelum tutup usia

" bisa menyenangkan orang tua
bisa jadi Ayah yang baik bagi anak dan istri
bisa berguna bagi diri sendiri
bisa berguna bagi orang lain "





Iya, saya butuh Tuhan


semua tinggal reruntuhan yang tersisa
aku langkahi jalan setapak menuju rumah
entah kenapa sampai dipesisir pantai

tak ada angin
laut hitam karang berhancuran
ikan ngambang dan ombak yang muncul kadang kadang

sungguh aku tersasar
di sini
di tempat kehidupan tak layak tinggal
tak ada nyiur melambai
tak ada pelikan yang berkicau
cuma menyisakan pasir yang pucat

bau apa ini ?
amis tak karuan

didalam badan ayatMu ku ucap
mengambang hampiri sayup sayup adzan yang terkadang masih berkumandang
selama sholat masih ada yang menegakkan

aku tetap menyembahNya tanpa sedikit keraguan
masih mengeja namaNya walau kerap cuma dalam angan

apa aku sedang menjilatMu
yang kutulis selama ini hanya tuk memperdayaiMu
dengan maksud menerima kasihMu

ya Tuhan aku kapok sering meludahimu didepan mereka
aku kapok menyamaiMu dengan berhala
sudahi aku Tuhan kala Matari datang
sudah sudahi perih ini Kawan
aku enggan
karena aku tidak akan sungkan menerima berkahMu
walau cuma tetesan


Minggu, 22 Mei 2011

bertemu penghuni cahaya


kita satu tujuan menuju langit satu jalan menuju atas
melangkahi awan setapak demi setapak
tanpa takut dan tanpa alas

kita satu sumpah satu irama satu ucapan
napas serentak badan tegak kepala dongak
nyala obor kita tak redup sampai ke tujuh lapisan

aku tegur burung yang anteng mengambang
entah kicau mereka isaratkan heran 
atau mereka bertindak seakan kita berfikir diabaikan

wahai para penghuni cahaya
segera tuntun aku ke tempatNya
karena aku datang bawa seikat imbalan

wahai para penghuni cahaya
topang aku kepangkuanNya
karena aku sudah tak mampu mendaki lagi
sudah tak kuat lagi mengangkat kaki

foto by esa









Sabtu, 14 Mei 2011

Air bah


mendung kali ini berbeda
langit tidak buram
yang ada terang meyiram

dan surat surat pun berjatuhan dari langit
tanpa perangko
tanpa alamat
tanpa paraf
begitu saja jatuh
menyampaikan tanda peringatan

" keEsaan Ku harus terus ditegakkan
  bagai mana pun caranya
  entah sholat harus direnovasi pondasinya
  atau biar wanita yang jadi ulama
  biar mereka syiar tanpa busana "

tak lama surat berjatuhan
kini hujan turun membawa teman
deras tidak karuan
daratan tergenang air bercampur tinta hitam
aku ciduk aku telan
tidak puas aku berenang
tenggelam meminumnya hingga kedalaman

cih aku muak
air yang masuk dalam tenggorokan segera ku tolak
demi botol bir yang berkeringat
entah panas atau dingin kutenggak begitu lahap
sambil menunggu ada yang menegakkan sholat
menunggu sampai air surut dan daratan muncul
agar anak bisa main layang layang